Indonesia Era Disrupsi

Tidak ada voting

BUKU Indonesia Era Disrupsi: Utak Atik Politik Negara di Era Disrupsi dan Pandemi menekankan Indonesia sebagai bagian dari komunitas global, tidak terbebas dari pengaruh dan landscape ideologi, politik, dan ekonomi global yang berkembang dinamis, yang saat ini sedang dalam suasana ‘muram’. Beragam faktor yang mempengaruhi antara lain, melambungnya harga komoditas global, kebijakan moneter negara maju yang agresif, konflik Rusia – Ukraina, serta mulai munculnya eskalasi ketegangan baru di Taiwan. Buku ini diluncurkan di Jakarta, Rabu 10 Agustus 2022.

Indonesia dianggap sebagai negara dengan tingkat risiko resesi yang kecil, hanya 3%, sangat jauh jika dibandingkan rata-rata negara Amerika dan Eropa (40% hingga 55%) ataupun negara Asia Pasifik (pada rentang antara 20% hingga 25%). Rendahnya angka risiko resesi, tidak boleh membuat kita lalai. Mengingat saat ini kita hidup di era disrupsi, segala hal saling berhubungan dan berbagai kemungkinan dapat terjadi.

Era disrupsi adalah keniscayaan yang mustahil dihindari, namun dapat disiasati. Misalnya dalam menyikapi krisis energi global, kenaikan harga minyak dunia hingga akhir tahun 2022 diperkirakan mencapai US$98 per barel. Jauh melebihi asumsi APBN 2022 sebesar US$63 per barel. Di sisi lain, beban subsidi untuk BBM, pertalite, solar, dan LPG sudah mencapai Rp502 triliun. Kenaikan harga minyak yang terlalu tinggi akan menyulitkan kita dalam mengupayakan tambahan subsidi, untuk meredam tekanan inflasi. (Asatunews.co.id: “Ketua MPR Bamsoet Luncurkan Buku ke-23 Indonesia Era Disrupsi: Utak-Atik Politik Negara di Era Disrupsi dan Pandemi”, Rabu 10 Agustus 2022)

 

 

 

Oleh:
Diposting pada:
Dilihat:86

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *