Republik Galau: Presiden Bimbang, Negara Terancam

Tidak ada voting

PERILISAN buku Republik Galau: Presiden Bimbang, Negara Terancam bertepatan dengan tiga tahun pemerintahan SBY-Boediono. Kebimbangan presiden SBY lah yang menyebabkan indeks prestasi Indonesia berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara. Tahun 2012 terbit publikasi indeks negara gagal yang menempatkan Indonesia pada posisi ke-63 dari 177 negara di dunia.

Dirilis di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, Minggu 21 Oktober 2012, Republik Galau: Presiden Bimbang, Negara Terancam dipengaruhi tulisan Robert I Rotberg, yang memaparkan sejumlah indikasi negara gagal yaitu keamanan rakyat tak bisa dijaga, konflik etnis dan agama tak selesai, korupsi merajalela, legitimasi bangsa menipis, pemerintah tak berdaya menghadapi masalah luar negeri, dan negara rawan tekanan luar negeri.

Sindrom ala Rotberg ini menohok dan terasakan benar dalam banyak kasus di Indonesia. Dalam statistik, kinerja pemerintahan SBY memang bagus, namun tak demikian realitanya. Ketidakhadiran negara dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, tak lepas dari kebimbangan presiden, yang tak pernah cepat mengambil keputusan.

Kalau tolok ukurnya kesejahteraan rakyat, pemerintahan SBY-Boediono terbilang mengecewakan. Dengan enam poin pemikiran Rotberg itu pulalah, buku tersebut dibagi enam bab. Buku ini tidak memberikan solusi di buku ini, hanya merupakan kontemplasi.(Detik.com, “Bambang Soesatyo Luncurkan Buku Republik Galau”, Minggu 21 Oktober 2012)

 

Oleh:
Diposting pada:
Dilihat:93

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *